Teknologi, Fitur yang dihadirkan perangkat mobile semakin memudahkan para pengguna dalam beraktivitas sehari-hari. Mulai dari mengirim pesan, bertukar data, hingga akses kontrol ke rekening bank bisa dilakukan hanya pada genggaman tangan.
Hal tersebut menjadikan pengguna
ponsel terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, semakin
meningkatnya para pengguna ponsel ini rupanya menjadi lahan baru bagi
para penjahat siber untuk mencuri data para pengguna.
Territory Channel Manager Kaspersky
Indonesia Dony Koesmandarin mengatakan, jumlah kejahatan mobile terus
menunjukkan peningkatan. Para peretas ini terus menerus mengirimkan
email palsu atau spam ke ponsel pengguna.
Ada juga yang mengirimkan notifikasi dari aplikasi seluler. "Email spam ini sudah disusupi malware (kode jahat, red) maupun pesan iklan," katanya.
Cara yang paling baru, lanjut dia,
para hacker ini menyebarkan malware dalam bentuk APK (file eksekutif
Android) dan JAR (arsip ZIP yang berisi program Java). Selain itu, ada
juga yang mencoba membuat sebuah trojan enkripsi mobile berkedok file
yang berisi update untuk Flash Player agar pengguna terkecoh.
Jika ini berhasil menginfeksi
perangkat mobile, malware yang ada akan mengenkripsi data di dalam
smartphone. Seperti gambar, dokumen, video, ataupun file lainnya.
Kemudian malware akan mengirimkan pesan kepada pengguna agar membayar
sejumlah uang jika file-nya ingin didekripsi.
"Kegiatan penjahat siber ini
kemungkinannya cenderung meningkat sejalan dengan ketergantungan kita
pada perangkat mobile. Karenanya, pengguna mobile harus berhati-hati dan
tetap waspada," pungkasnya.
