Wartaharian.co, Siswa - Pelajar Asal Bekasi, Fahri (18), sekarang menjadi didikan lapas (Andikpas) di Lapas Anak Klas III
Sukamiskin, Bandung, merasa kecewa akibat dirinya beserta delapan
Andikpas lainnya, tidak bisa mengikuti UN.
kata Fahri yang terjerat kasus Narkoba kepada Wartaharian di Lapas Sukamiskin Bandung, Kamis (7/4/2016) “Sedih sih, tapi ibu kepala udah janjiin mereka mau usahain,” .
Walalupun kepastian belum didapat, saat ditanya apakah dia siap
mengikuti UN susulan, dirinya dengan tegas menyatakan siap. “Saya siap,
walaupun di sini gak diajarin, saya masih belajar sama buku-buku yang
ada di perpustakaan, saya juga dibimbing sama petugas di sini,”
tegasnya.
Fahri mengakui masuk ke Lapas sejak dua bulan lalu. Dia merupakan
penghuni terlama di Lapas anak. “Masuk dari Februari kemarin, saya
sekolah di Bekasi di SMK, ngambil jurusan otomotif,” katanya.
Fahri merupakan salah satu dari siswa lainnya yang tidak mengikuti UN
yang diselenggarakan serentak. Kepala Lapas Anak Klas III Sukamiskin
Bandung Catur B Fatayatin menyatakan, kesembilan anak didik lapas
tersebut absen pada UN 2016 karena tidak diperhatikan sekolah
masing-masing. Pihak sekolah, kata Catur, tidak mendaftarkan mereka
untuk mengikuti UN.
"Sebelumnya kami sudah usahakan mereka untuk mengikuti UN. Tapi
banyak sekolah mencabut status mereka sebagai siswa sehingga para
Andikpas ini tidak dapat menjadi peserta ujian nasional," ujar Catur
saat ditemui Okezone.
Selain itu, kesembilan siswa tersebut juga tidak mendapat bantuan
pendidikan yang layak. Pasalnya, bantuan pendidikan yang disediakan oleh
Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Kabid Pendidikan
Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, tidak memberikan mata pelajaran
yang akan diujikan pada UN 2016 kepada mereka. "Andikpas ini hanya
mendapat mata pelajaran ilmu agama, hasta karya dan pramuka," tuturnya.
Catur menyebut, dia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait
untuk mengusahakan kesembilan Andikpas tersebut agar dapat mengikuti
UN. "Kami masih usahakan mereka mengikuti UN susulan," tandasnya.
wartaharian.co, 7/4/2016
